Posted by obor marhaenisme
![]()
on 2/23/2009, 10:58 am, in reply to "Re: merdeka"
202.70.61.7
saya sepakat dengan bung/sarinah merdeka.
namun yang perlu ditegaskan dalam hal ini adalah maksud daripada masukan bung/sarinah merdeka saya merasa bukanlah memprovokasi. justru saya melihat sinar yang berusaha menerangkan kelamnya alam ber-GmnI. kondisi organisasi ini sungguh memprihatinkan. mulai dari komisariat hingga pucuk pimpinan tertinggi tengah berada dalam situasi yang dapat dikatakan tidak ter-ideologisasi dengan baik.
namun saya ingin menambahkan apa yang telah dikatakan oleh bung/sarinah merdeka. inti permasalahan ini tidaklah hanya mengenai kekuatan komprador dan bung/sarinah yang memiliki idealisme. kita juga bercermin pada budaya kaderisasi di GmnI dan ideologisasinya. budaya kaderisasi di GmnI memberikan peluang para komprador untuk hidup subur di alam GmnI. hal ini dapat dilihat dari kaderisasi selama ini yang bukan melahirkan sosok yang dikatakan "kader". namun lebih kepada formalitas organisasi yang berusaha mendatangkan anggota sebanyak2nya dan meregenerasi kekuasaan dengan mem-blueprint-kan pola pikir individu, baik itu yang baik maupun yang buruk. maka yang terjadi adalah patronase kepada individu atau kelompok yang sempit.tidak lagi berlandaskan ideologi yang dijadikan sebagai pedoman dan suluh perjuangan.
makna terideologisasi bukan hanya sebatas paham marhaenisme, mampu me-manajemen organisasi,dll. tetapi lebih kepada kesadaran memperjuangkan ideologi secara radikal.
sejarah GmnI bukanlah sejarah yang selama ini sering didengung2kan oleh para pendahulu kita yang penuh dengan masa keemasan. justru sebaliknya, marhaen hanyalah obyek dalam perjuangan GmnI selama ini. dn GmnI tetap sebagai "menara gading" yang "menjual" marhaen untuk memperjuangkan kepentingan oknum2 yang ada dalam tubuh GmnI.
maka daripada itu, kita bukan hanya sekedar beretorika dalam forum ini. bung/sarinah dari sabang sampai merauke marilah berjuang habis2an bukan untuk menjaga eksistensi organisasi. tetapi kita harus teguh menjaga eksistensi gerakan kita. gerakan kedalam dan gerakan ke luar.
gerakan kedalam....
- konsolidasikan gerakan untuk merombak budaya kaderisasi yang konservatif-feodalistis.
- presidium sekarang adalah pelacur kekuasaan, komprador, boneka2 kapitalis. hal ini bukan sentimen atau stigmatisasi terhadap penguasa GmnI sekarang. namun pengalaman historis dan realitas konkret. mungkin pembodohan itu sendiri telah mereka lakukan dengan baik sehingga kita tidak menyadarinya. tujuan mereka adalah kekuasaan.sedangkan kekuasaan pada hakikatnya hanyalah alat. mereka korbankan materi(uang,logistik,nasib kader,dll)demi mencapai ambisi pribadinya. maka sepatutnyalah kita berseru :"GmnI bukan sumber daya yang bisa di-ekspolitasi, maka kami tidak akan percaya pada kepemimpinanmu".
bung/sarinah dapat menjabarkan seruan tersebut dalam tindakan konkret.bagi kita musuh dalam selimut lebih berbahaya.
- kongres bukanlah wadah mencari pemimpin baru. namun lebih kepada mengkonsolidasikan gerakan itu an sich. serta terus berupaya memperkuat fondasi persatuan agar gerakan kita lebih solid dan massif. namun realitasnya, kongres bogor justru mengeliminir dua hal tersebut. bagaimana mungkin konflik tetap dijaga sebagai "rahasia umum" dalam kongres tersebut. serta upaya upaya untuk memajukan kaderisasi sama sekali tidak menjadi sebuah prioritas. saya justru mengamati dalam kongres tersebut,mereka yang di dalam adalah sebuah pion-pion yang dapat dijalankan dari luar forum. maka forum-forum tertinggi dalam GmnI harus mengeliminir praktek yang demikian. dengan membangun konsep persatuan yang utuh, keterbukaan, independensi yang kesemuanya berlandaskan pada nilai-nilai perjuangan GmnI.
gerakan keluar....
-menyatu dengan marhaen dalam setiap perjuangan.
-hilangkan watak-watak sektarian dalam memperjuangkan kepentingan marhaen.
-kembali kepada jiwa marhaenisme.dasar dan alasan perjuangan hanya satu :menyelamatkan marhaen dari kesengsaraan oleh sebab apapun(kapitalisme,nekolim,dll)
demikian saya pikir hal tersebut bukanlah rasa sok tau saya,atau kalau ada yang mengatakan baru membaca buku atau referensi "kiri" atau saya berusaha merusak tatanan yang telah terbangun saat ini. namun lebih kepada otokritik dan pembangunan mental dan spirit perjuangan. galang kekuatan perjuangan.gelorakan perjuangan tersebut. perjuangan kita bukan dengan mendukung kepemimpinan yang sekarang. namun kita mendukung gerakan yang bersumber pada cita-cita luhur perjuangan. hal inilah yang sejak awal tidak dimiliki oleh kepemimpinan nasional GmnI saat ini. semua dapat mengetahui dampak nafsu kekuasaan. tidak mungkin gerakan kita sesuai dengan cita-cita luhur perjuangan kita.
demi kemajuan gerakan GmnI....
demi cita-cita perjuangan GmnI....
demi pengabdian pada amanat penderitaan rakyat....
MERDEKA....!!!!
Message Thread:
![]()
« Back to thread